Dinsdag 24 Desember 2013

Expres kuda

3. BUKU YANG DIBAWA SERTA OLEH EXPRES BERKUDA (Amerika Serikat, 1860 - 1861)
Rombongan berkuda itu berhenti pada lereng sebuah bukit kecil. Jalan sempit yang sedang mereka ikuti itu terus menanjak sampai ke puncak, lalu menghilang di lembah sebelah sana.
Seorang pemuda bernama Charles Martin turun dari kudanya. "Tunggu dulu di sini!" perintahnya.
Anggota-anggota lainnya dari rombongan berkuda itu adalah pria-pria dewasa. Namun tanpa menggerutu mereka menuruti perintah pemuda itu. Sudah lebih dari satu kali, nyawa mereka semua terselamatkan berkat kewaspadaan si Charles yang menjadi petunjuk suatu jalan mereka. Ia tidak akan membiarkan mereka terjebak memasuki suatu lembah yang mungkin dikuasai oleh segerombolan perampok atau suku indian Apache yang garang. Sebagai seorang pemuda koboi yang dibesarkan di wilayah sebelah barat Amerika yang luas dan belum beradab itu, Charles Martin merasa bertanggung jawab atas orang-orang dari kota yang telah mempercayakan diri mereka kepadanya.
Saat ini si Charles mendaki bukit sendirian, tanpa menimbulkan bunyi sedikit pun. Dekat puncak bukit ini, ia bersembunyi sejenak di belakang sebuah pohon yang kerdil. Lalu ia tidak kelihatan lagi. Tetapi tidak lama kemudian, ia muncul kembali, lari ke bawah, dan melompat ke pelananya. "Cukup aman sejauh mataku dapat melihat," katanya cepat. Maka rombongan berkuda itu mulai maju lagi.
Malam itu para penunggang kuda berkemah di sebuah lembah yang terpencil. Si Charles memasak untuk mereka semua; api yang dinyalakannya begitu kecil, sehingga sedikit sekali asap yang mengepul-ngepul ke atas . . . . Siapa tahu, mungkin ada mata jahil yang sedang mengawasi tempat perkemahan mereka.
Bulan bersinar; malam itu cukup hangat. Api unggun pelan-pelan padam sampai tinggal baranya saja. Kebanyakan anggota rombongan berkuda itu meringkuk di bawah selimut mereka masing-masing, siap untuk tidur. Tetapi salah seorang di antara mereka menuntun temannya ke samping untuk bercakap-cakap sebentar. Temannya itu seorang pria yang tinggi besar dan berjenggot panjang.
"Puas, Pak Majors?" tanyanya kepada pria berjenggot itu.
"Ya, lebih dari puas!" jawab Pak Majors seraya mengangguk. "Aku telah mendengar bahwa di seluruh wilayah sebelah barat Amerika ini, tidak ada koboi yang lebih hebat daripada si Charles, dan sekarang aku pun percaya. Coba bayangkan bagaimana ia meloloskan kita dari bahaya kemarin. Ya, Charles Martinlah orangnya, . . . . asal ia mau bekerja pada kami."
Pada waktu perjalanan yang lama dan meletihkan itu sudah berakhir, Pak Majors mengajak Charles Martin berunding.
"Charles," katanya, "tahukah engkau bagaimana sepucuk surat dari kota New York di pantai timur sampai ke kota San Francisco di pantai barat?"
Pemuda itu menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kami di wilayah sebelah barat ini jarang sekali berurusan dengan surat, Pak."
Pak Majors tersenyum. "Tetapi sebaliknya, penduduk Amerika Serikat di daerah-daerah lain sering berurusan dengan surat. Soalnya, selalu memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan lamanya, baru sepucuk dari sebelah timur dapat tiba di sebelah barat."
"Lho! Kalau naik kuda, bisa pergi jauh sekali dalam waktu satu bulan, Pak," kata Charles.
"Betul!" Tetapi surat-surat itu tidak diantar dengan naik kuda. Surat-surat itu harus naik kapal sampai ke pelabuhan di pantai Panama, lalu diturunkan dari kapal dan dibawa melintasi tanah genting sampai ke pelabuhan lagi, kemudian kembali naik kapal ke Kalifornia. Nah, aku punya gagasan baru tentang cara yang lebih cepat untuk mengantar surat. Dan aku ingin engkau membantu cara baru itu, Charles."
Dengan penuh perhatian Charles Martin mendengarkan Pak Majors menjelaskan gagasan baru itu.
"Sudah ada kereta api dari pantai timur sampai ke pedalaman Amerika Serikat," kata Pak Majors. "Dari ujung rel kereta api itu, aku ingin menyiapkan para penunggang kuda yang masih muda dan yang sangat berani. Seperti perlombaan estafet, mereka harus bekerja sama, terus berjalan siang dan malam, apakah hari cerah atau hari hujan. Tidak boleh ada apapun juga yang menghalangi mereka! Sepucuk surat yang dikirim dari New York harus dapat sampai ke San Fransisco dalam waktu sepuluh hari saja."
Mata Charles terbelalak "Sepuluh hari naik kuda!"
"Bukan! Jumlah semuanya sepuluh hari, termasuk waktu di kereta api itu.
"Hmmm, . . ." Nampaknya si Charles mencium kemungkinan petualangan yang baru "Pasti sudah ada rencana, ya, Pak?"
"Sudah. Kami akan mendirikan dua ratus pos pergantian kuda, dengan lima ratus kuda yang larinya paling kencang, serta delapan puluh penunggang kuda. "Pria besar yang berjenggot panjang itu berhenti sebentar dan menatap Charles Martin. "Dan belum cukuplah bila para penunggang kuda itu berani. Mengantar surat adalah tanggung jawab yang penting. Pemuda-pemuda itu tidak boleh berkelahi, tidak boleh berjudi, tidak boleh bermabuk-mabukan. Mereka harus jujur dan setia selalu."
Kelihatannya Charles Martin semakin tertarik.
"Berbahaya sekali tugas semacam itu, Charles!" Pak Majors memperingatkan. "Apakah engkau berminat?"
"Barangkali," jawab Charles.
Pak Majors lalu membentangkan sehelai peta yang kasar di atas meja. "Kami hanya ingin pakai orang-orang yang terpilih saja. Bagaimana kalau kau yang mencarikan penunggang kuda bagi kami di seluruh dunia ini? Lalu tugasmu selanjutnya ialah, . . . mengantar surat dari sini . . . ke sini." Ia menunjuk tempat-tempat itu di peta.
"Rasanya tidak begitu jauh perjalanan itu, Pak," si Charles berkomentar.
"Tetapi bagaimana kalau malam hari? Bagaimana kalau musim salju?" Pak Majors melirik lagi ke wajah Charles. "Pokoknya, surat itu harus selalu tiba, tepat pada waktunya! Biar turun hujan atau salju, biar sedang masa kekeringan atau peperangan, biar ada gangguan dari suku Indian yang garang atau gerombolan perampok, surat itu harus selalu tiba, tepat pada waktunya. Penunggang yang mendahuluimu harus tiba di pos pergantian sehingga kantung surat dapat diserahkan sebelum kudanya berhenti. Lalu engkau harus segera berangkat, berpacu-pacu menuju pos pergantian kuda yang berikutnya."
Charles tersenyum. Rupa-rupanya ia memang semakin tertarik.
"Masih ada hal lain lagi," tambah Pak Majors. "Perusahaan kami hanya ingin mempekerjakan orang-orang yang berwatak baik. Tiap penunggang kuda harus rela menandatangani perjanjian ini." Lalu ia meletakkan sehelai kertas di atas meja. Tulisan di atas jelas. "Bacalah baik-baik, Charles!" katanya.
Si Charles membaca dengan suara keras: "Aku berjanji, dengan bersumpah di hadapan Tuhan Yang Mahabesar, bahwa selama aku menjadi pegawai perusahaan ini: Aku tidak akan mengucapkan kata-kata kotor, tidak akan mencicipi minuman keras, dan tidak akan bercekcok atau berkelahi dengan pegawai lain; sebaliknya, aku akan berlaku jujur, menunaikan tugasku dengan rajin, dan mencari nama baik dari majikanku. Semoga Tuhan menolong aku supaya tetap setia kepada janji ini!"
Tegas sekali syarat-syarat perjanjian itu! Kebanyakan koboi di wilayah sebelah barat justru suka melakukan hal-hal yang dilarang olehnya.
"Mengantar surat itu tugas yang penting," kata Pak Majors pelan-pelan. "Kami tidak mau mengambil resiko dengan orang-orang yang lemah wataknya. Kami tidak ingin ada seorang pengantar pos kami yang berkelakuan seolah-olah ia tak bertuhan."
Si Charles merenungkannya sejenak, lalu berkata: "Aku rela bersumpah, Pak. Janji itu tidak terlalu berat."
"Pada saat pemuda yang kurus tetapi kuat itu menandatangani kertas yang dibentangkan di depannya, mata Pak Majors berbinar-binar tanda puas. Lalu majikan itu pun mengeluarkan tiga macam bekal perjalanan yang diperlihatkannya di samping kertas tadi. Yang satu adalah sebuah pistol; yang satunya lagi, sebilah pisau; dan yang ketiga, sebuah Alkitab ukuran saku yang dijilid kuat-kuat dengan kulit binatang.
"Senjata yang berat-berat tidak mungkin dapat kaubawa dengan naik kuda, Charles, Pak Majors menjelaskan. "Mudah-mudahan kedua macam senjata yang kami jatahkan kepadamu ini akan cukup ampuh. Tetapi mungkin yang penting ialah, . . . bekal yang ketiga ini."
Pak Majors mengangkat Alkitab itu sambil melanjutkan: "Kami tidak mengharuskan pengantar pos kami berjanji akan membaca Alkitab, Charles. Tiap orang bebas memilih agama untuk dirinya sendiri. Tetapi bawalah Kitab Suci yang kecil ini besertamu, ya? Dan jikalau engkau membacanya, pasti hal itu akan memudahkan engkau menepati janjimu tadi."
Berkali-kali Pak Majors mengadakan wawancara dengan pemuda-pemuda yang melamar pekerjaan mengantar surat lewat Ekspres Berkuda. Akhirnya ia selesai memilih. Semua pemuda yang terpilih telah menandatangani perjanjian itu. Dan semuanya telah diberi tiga macam bekal perjalanan yang sama.
Tibalah tanggal 3 April 1860, hari permulaan Expres Berkuda. Celaka! Kereta api dari pantai timur itu datangnya terlambat di pedalaman Amerika Serikat. Namun surat-surat segera diturunkan dari gerbong pos serta dimasukkan ke dalam kantung pelana. Lalu pemuda yang sudah ditunjuk untuk jarak pertama itu berangkat seperti joki di lapangan pacuan kuda.
Hari telah sore; . . . lalu malam pun tiba. Empat kali penunggang kuda itu turun dari pelana selama beberapa detik saja, supaya petugas di pos pergantian dapat menolong dia menaiki seekor kuda baru yang masih segar. Setelah ia bepergian sejak 20 kilometer, tahu-tahu pengantar pos kedua muncul di sampingnya dalam kegelapan malam. Kedua kuda itu mencongklang bersama-sama pada jalan berbatu, selama kantung pelana pindah tangan. Dan surat-surat itu pun berjalan terus!
Dalam waktu seminggu saja, surat-surat yang dikirim lewat Expres Berkuda itu dibawa sejauh 3.200 kolometer! Kadang-kadang ada penunggang kuda yang tiba di suatu pos pergantian, lalu ia mendapati pengantar surat yang seharusnya menggantikan dia itu tiba-tiba jatuh sakit, atau terluka berat oleh serangan penjahat, ataupun sudah mati dibunuh. Namun surat-surat itu masih tetap di menuju tempat sialamat: Pengantar yang sudah capai itu terpaksa harus tahan perjalanan yang lebih jauh dan lebih meletihkan lagi, sampai akhirnya ia berhasil mencapai suatu tempat di mana ada kawan sekerjanya yang sanggup menerima dan meneruskan kantung pelana berisi surat itu.
Maka demikianlah kisah Expres Berkuda yang penuh petualangan itu. Walau disengat terik matahari, walau diguyur hujan lebat, melalui segala peredaraan musim, para penunggang kuda yang berani itu tetap menunaikan tugas mereka. Si Charles dan teman-temannya yang masih muda itu tidak pernah gagal menyampaikan surat-surat ke tempat tujuannya.
Pada waktu-waktu senggang yang mereka lewati sebelum dan sesudah perjalanan mereka yang penuh marabahaya, para pemberani muda itu memang terbukti hidup sesuai dengan perjanjian dan sumpah mereka. Dan tidak sedikit di antara mereka mendapat penghiburan dan pertolongan dari Buku kecil ukuran saku yang selalu dibawa serta sepanjang perjalanan Expres Berkuda.
TAMAT

Maandag 23 Desember 2013

Gereja china bertumbuh

WILLY KAIHATU

Gereja China Bertumbuh Tanpa Terusik Revolusi Kebudayaan
(1966 - 1976)
Lebih dari seribu orang memenuhi gereja itu, sebagian besar orang- orang yang sudah berumur, namun ada juga beberapa pasangan muda dan para remaja yang memenuhi balkon gereja. Beberapa jendela berarsitektur gotik telah dipecahkan dengan batu, tetapi tampaknya tidak ada orang yang memperdulikannya. Mereka sedang menyanyikan puji-pujian, diiringi alunan piano. Seorang pendeta Methodis menyambut orang-orang yang datang beribadah, seorang pendeta Presbiterian membacakan Kitab Suci, lalu seorang pendeta Baptis berkhotbah.
Hal itu terjadi pada tanggal 2 September 1979. Tempatnya adalah di Gereja Mo En, di Shanghai (dahulu Gereja Methodis Moore). Ini adalah pelayanan kebaktian umum bagi orang-orang Cina yang pertama setelah 13 tahun ditutup.
Revolusi Kebudayaan yang berawal pada tahun 1966 telah menutup gereja-gereja dan menyiksa orang-orang Kristen. Apa saja yang berbau asing dikutuk -- dan kekristenan sebagai hasil misi asing khususnya, dibenci. Gereja harus bergerak di bawah tanah selama lebih dari satu dekade. Ketika muncul kembali ke permukaan, dengan menakjubkan gereja menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.
Dari sejarah, kita mengetahui bahwa kekristenan mulai membuat terobosan pertamanya di Cina pada tahun 635 Masehi diantara orang- orang Kristen Nestorian, namun gagal berakar di antara penduduk di sana. Upaya-upaya misionaris Fransiskan pada abad ke-13 dan ke-14 serta oleh para Yesuit pada abad ke-16 dan ke-17 gagal menghasilkan penyebarluasan yang berlangsung lama. Cina adalah peradaban tertutup yang menentang ide-ide asing.
Perdagangan memaksa Cina terbuka, dan para misionaris Protestan pada tahun 1800-an datang bergandengan tangan dengan para pedagang. Hudson Taylor berbuat banyak untuk melepaskan diri dari pola-pola misi kolonial dengan mengadopsi pakaian dan kebiasaan Cina, serta memberanikan diri mendatangi daerah-daerah yang membutuhkan. Tetapi tahun 1800-an adalah masa-masa sulit bagi Cina. Dinasti Manchu luput dari beberapa pemberontakan. Dan dunia sekelilingnya, khususnya Britania Raya, sedang berupaya menarik Cina yang tidur untuk masuk ke zaman modern, meskipun Cina tidak menginginkannya. Akibatnya, orang-orang Cina mengalami penghinaan orang-orang asing.
Keadaan berubah dengan pesat pada tahun 1900-an. Sun Yat-sen memimpin pemberontakan yang sukses dan mendirikan republik, meskipun didominasi oleh para panglima pasukan di daerah. Chiang Kai-shek menyatukan negeri itu pada tahun 1920-an dan 1930-an, tetapi ia digulingkan oleh Mao Zedong pada tahun 1949. Mao mendirikan pemerintahan komunis yang secara resmi ateis. Gereja-gereja dibiarkan namun diawasi. Mao bertekad bahwa orang-orang asing tidak akan menghina Cina lagi. Komunis memaksa gereja-gereja mengambil sikap anti asing ("Christian Manifesto" tahun 1950), dan semua misionaris diusir keluar.
Three-Self Reform Movement (kemudian disebut Three-Self Patriotic Movement) berupaya membawa gereja-gereja segaris dengan tujuan- tujuan komunis -- pemerintahan sendiri, pendanaan sendiri dan penyebarluasan ide-ide sendiri. Namun, gereja bertahan di bawah tekanan-tekanan semacam itu. Terusirnya para misionaris melemahkan gereja, tetapi juga memaksa gereja Cina berdikari. Itu dilakukannya dengan sangat baik.
Keadaan menjadi lebih parah pada tahun 1966. Mao, revolusioner yang menua itu, mungkin merasakan bahwa revolusinya mulai menghilang. Program Loncatan Besar ke Depan (Great Leap Forward Program) pada tahun 1958 - 1960 gagal, dan kaum modernis dalam partainya mulai resah. Ia kemudian meluncurkan Revolusi Kebudayaan yang tidak beradab, yang menimbulkan histeria, khususnya di antara orang-orang muda, melawan apa pun yang berbau pengaruh asing. Para pemimpin komunis sekalipun tidak luput dari pengaduan ataupun penangkapan. Terjadilah huru-hara massal. Kegiatan di bidang seni dan akademis dibatasi, termasuk juga aktivitas-aktivitas gereja. Semua tempat ibadah ditutup dan orang-orang Kristen dilarang mengadakan pertemuan. Mao sendiri dianggap sebagai dewa. "Buku merah kecil" (little red book) yang memuat fatwa-fatwa Mao sajalah yang dibaca dan dihafal, sedangkan Alkitab dibakar.
Meskipun huru-hara itu redam, kebijakan-kebijakan tetap bertahan sampai tahun 1976. Keduanya, Mao dan orang tangan kanannya, Zhou Enlai, meninggal pada tahun itu. Deng Xiaoping, seorang moderat yang pernah disingkirkan, kembali berkuasa dan mulai memperkenalkan modernisasi. Yang paling menarik perhatian adalah "Gang of Four" (empat sekawan) yang memimpin Revolusi Kebudayaan ditangkap dan diadili.
Cina masih menentang kekristenan, namun histeria telah redam. Menjelang tahun 1979, gereja-gereja diizinkan dibuka kembali. (Sebenarnya, dua gereja di Beijing telah dibuka pada tahun 1972 atas permintaan para diplomat dari Afrika dan Indonesia, namun gereja- gereja ini sebagian besar dihadiri oleh orang-orang asing.) Pada tahun 1979, Three-Self Patriotic Movement dibuka juga dengan seorang juru bicara berbakat, Uskup K.H. Ting. Ia meminta semua gereja Protestan bersatu kembali. Pemerintah menyatakan toleransi resmi pada gereja-gereja yang bergabung dengan gerakan ini, namun gereja- gereja bawah tanah masih takut dengan kontrol pemerintah.
Akan tetapi, setelah ketegangan reda, banyak orang Kristen mulai membicarakan cobaan-cobaan yang mereka alami. Ketika gereja-gereja ditutup, mereka terpaksa bertemu dalam kelompok-kelompok kecil di rumah-rumah pribadi. Hal ini bukannya mematahkan semangat, tapi malah menumbuhkan. Keluarga-keluarga Kristen mendapat kekuatan dari persekutuan semacam ini dan akhirnya mempengaruhi orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tidak ada organisasi tingkat nasional, tetapi satu jemaat rumah kadang-kadang bertemu dengan lainnya yang berdekatan. Para guru, termasuk banyak wanita, mengadakan perjalanan rahasia dari satu kelompok ke kelompok lain. Ada penyiksaan dan penangkapan, tetapi ada juga saat-saat di mana para pejabat setempat menutup sebelah mata pada pertemuan-pertemuan Kristen -- karena mereka tahu bahwa orang-orang Kristen merupakan pekerja keras dan warga yang berharga.
Sejak abad ke-4, tidak pernah ada gerakan gereja rumah setegar ini. Keadaan dan tekanan dari pemerintah sama -- begitu juga dampaknya. Jumlahnya juga mengejutkan: satu wilayah mempunyai 4.000 orang Kristen sebelum pengambilalihan komunis; sekarang satu wilayah mempunyai 90.000 orang Kristen. Di kota utama, hanya 1% warganya Kristen pada tahun 1949; kini telah menjadi 10%. Sebuah desa mempunyai 10 orang percaya pada tahun 1945, sekarang memiliki 250.
Apa yang menyebabkan pertumbuhan ini? Para pakar telah mempelajarinya. Kesederhanaan, kata mereka. Kesukaran telah menghasilkan kemurnian iman, semangat kepedulian, kepemimpinan awam yang kuat, kesungguhan berdoa dan kepercayaan akan ketuhanan Kristus. Langkah-langkah kebencian Revolusi Kebudayaan telah menghasilkan iman Kristen yang menanggalkan pakaian kebudayaan barat. Orang-orang Cina telah mengembangkan gereja pribumi sejati. Tak ada orang yang mengetahui jumlah orang-orang Kristen di Cina saat itu. Sebagai perkiraan berbeda jauh satu sama lain. Namun, semua sependapat bahwa pertumbuhan orang-orang Kristen di bawah pemerintahan komunis sungguh menakjubkan. Hal ini mungkin mewakili salah satu perkembangan iman paling dramatis dalam sejarah gereja.
Sumber:
Judul Buku: 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen
Penulis : A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang, & Randy Petersen
Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta
Halaman : 168 - 170
Cat. Red.:
Populasi penduduk di China pada tahun 2000 mencapai jumlah 1.262.556.787 orang (1.2 Milyar). Orang Kristen di China berjumlah 7,25 persen, atau 91.535.367 orang (91 juta). Tidak tersedia statistik yang akurat tentang jumlah orang Kristen di China. Data tersebut, yang dikumpulkan/dihitung dari "reliable sources/leaders", hanya merupakan indikasi tentang betapa luar biasanya karya Roh Kudus di China. Saat ini, diperkirakan (estimasi) jumlah semua orang Kristen di China berkisar antara 30 juta orang (batas minimum) sampai dengan 150 juta orang (batas optimis/maximum).
[Sumber: buku Operation World, 21st Century Edition (2001), p. 160]

e-JEMMi 17/2002

PENTINGNYA PEMURIDAN

Berikut ini adalah salah satu bagian dari buku "PEMURIDAN: SENI YANG HILANG", tulisan LeRoy Eims. Buku ini menguraikan tentang proses pertumbuhan iman orang percaya dan pola pembimbingan yang menjadi pengalaman pribadi dari penulis. Buku ini sangat menarik dan cocok dipakai sebagai pola untuk melakukan pemuridan di kalangan warga gereja (dan juga pelayanan mahasiswa). Pentingnya Melipatgandakan Murid

"Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak."
(Kisah Para Rasul 6:7)
Pada suatu hari seorang pendeta yang sibuk minta saya untuk bertemu dengan dia untuk membicarakan tentang cara melatih orang di gerejanya. Ia menggembalakan sebuah gereja yang bertumbuh dan sehat. Sering ada orang yang menerima Kristus. Jumlah hadirin bertambah sampai ia harus mengadakan kebaktian Hari Minggu pagi dua kali. Ternyata Allah memberkati pelayanannya.
Tetapi pendeta itu juga mempunyai persoalan. Kecuali ia melatih pekerja-pekerja yang kerohaniannya memenuhi syarat, ia tahu bahwa banyak orang Kristen baru tidak dapat memperoleh pertolongan yang diperlukannya dalam pertumbuhan rohani. Juga mereka tidak dapat berkembang menjadi murid Yesus Kristus yang kuat. Dan pendeta itu tahu bahwa ia adalah kuncinya. Keseluruhan proses itu harus dimulai dari dia. Ia tidak dapat menyerahkannya kepada orang lain. Sebagai pemimpin rohani dari orang-orang itu, ia harus menjadi perintis dalam pelayanan itu.
Persoalan yang lain: ia sibuk sekali. Banyak hal menuntut perhatiannya; banyak orang menuntut waktunya. Seperti banyak pendeta lainnya, ia memakai banyak waktunya untuk mengatasi persoalan-persoalan kecil dalam gerejanya. Satu soal belum selesai, soal lainnya sudah timbul.
Pendeta itu menggunakan terlalu banyak waktu untuk melayani orang- orang yang selalu mempunyai banyak persoalan. Dia sibuk membereskan persoalan, mendamaikan seorang dengan yang lain, mengurus perselisihan keluarga yang sulit, dan menghadapi 1001 soal lainnya. Ia menjadi frustasi.
Tetapi ia mempunyai angan-angan. Kadang-kadang ia masuk ke dalam kamar belajarnya, dan memikirkan keadaannya dari sisi yang lain. Ia melamun, tidakkah lebih baik jika ia memiliki orang-orang yang kerohaniannya telah bertumbuh untuk menolong mengatasi persoalan- persoalan "rohani" yang terus-menerus timbul di gereja ini?
Yang ia maksudkan bukanlah orang-orang yang hanya membawakan pita rekaman khotbah pendeta untuk orang-orang di penjara, membagikan makanan, pakaian dan bantuan keuangan untuk yang memerlukan, mengajar di Sekolah Minggu, atau menolong pendeta mengatur urusan dan keuangan gereja. Maksudnya ialah orang-orang yang mengetahui bagaimana memenangkan orang kepada Kristus dan kemudian membimbingnya dari saat pertobatannya sampai menjadi seorang murid yang kokoh, berserah, mengabdi, berbuah, dan dewasa; dan yang pada suatu waktu dapat mengulangi proses itu dalam kehidupan orang lain.
Teman saya tersenyum di dalam kamar belajarnya ketika melamunkan lamunan yang indah itu. Kemudian ia merasa gentar kembali ketika melihat kenyataan yang sebenarnya. Dan ialah orang satu-satunya di dalam jemaat itu yang memenuhi syarat secara rohani dan dapat menolong. Maka ia mengesampingkan lamunannya, membawa Alkitabnya, dan keluar pintu.
Sesudah kami membicarakan bersama-sama mengenai bagaimana menjadikan orang murid dan bagaimana melatih pekerja, pendeta itu kembali ke gerejanya dan mulai menjalankan prinsip-prinsip yang saya utarakan kepadanya dan yang diajarkan di dalam buku ini.
Dewasa ini, melalui pelayanannya timbul secara tetap arus murid- murid dan pekerja-pekerja yang mempengaruhi masyarakat sekitarnya bagi Kristus. Orang-orang dari gereja ini dipakai oleh Allah untuk memenangkan orang lain kepada Kristus dan menolong orang-orang yang bertobat itu, supaya mengulangi proses itu.
Melipatgandakan Atau Tidak?
Beberapa tahun yang lalu saya bercakap-cakap dengan seorang Kristen muda yang bersemangat. "Bob," tanya saya, "hal apakah yang bagimu paling membawa sukacita dalam hidup ini?"
"Akh, LeRoy, mudah sekali," jawabnya. "Membimbing seseorang kepada Kristus."
Saya setuju dengannya. Setiap orang merasa bahagia pada waktu hal itu terjadi. Saudara bahagia, orang yang baru bertobat itu juga bahagia. Ada sukacita di dalam surga. "Tetapi," saya katakan kepada Bob, "ada sesuatu yang lebih menyenangkan daripada itu."
Dia heran. Apa yang lebih hebat daripada membawa seseorang kepada Kristus?
Saya melanjutkan. "Jika orang yang kau bawa kepada Kristus itu bertumbuh dan berkembang menjadi seorang murid yang mengabdikan diri kepada Tuhan, berbuah, menjadi dewasa, dan kemudian membimbing orang lain kepada Kristus dan menolong mereka melakukan hal yang sama."
"Aha!" serunya. "Saya belum pernah memikirkannya!"
Ia tidak pernah mendengar atau memikirkan hal itu, tetapi ia siap mulai menggunakan waktu untuk belajar, dan ia melakukannya. Dewasa ini banyak murid yang masak, menyerahkan diri, dan berbuah di dua benua oleh sebab pengaruh kehidupan Bob dan visinya untuk melipatgandakan murid.
Pada suatu waktu, seorang kawan sekuliah saya dan saya memberikan suatu lokakarya penginjilan di sebuah Seminari. Lokakarya itu berlangsung selama tiga hari, untuk dua setengah jam setiap pertemuan, dan hadirin cukup banyak. Tema yang kami bawakan adalah mengenai "Pemuridan di Gereja Setempat."
Pada saat diskusi, seorang pendeta yang agak tua berbicara dan menceritakan pengalamannya dalam menjadikan murid diantara anggotanya di gereja. Ia telah memulai tiga tahun sebelumnya dan sekarang memiliki sekelompok orang yang setia yang dapat dipanggil sewaktu-waktu diperlukan. Ia memulai dengan seorang; kemudian ia dan orang itu bekerja dengan dua orang lainnya yang sudah menyatakan minatnya. Proses pemuridan itu diteruskan, dan selang beberapa waktu mereka berempat mulai bertemu dengan empat orang lainnya. Pelayanan itu berlipat ganda sampai sekarang ia memiliki kelompok orang-orang yang mengabdi dan yang sungguh-sungguh kerohaniannya memenuhi syarat dalam pekerjaan gereja.
Pendeta tua itu mengatakan bahwa pelayanan ini lebih menguntungkan, memuaskan, dan menggairahkan daripada pelayanannya yang lain selama tigapuluh lima tahun. Sesudah semua itu dipaparkan, mata dari banyak mahasiswa seminari itu memancar dengan penuh gairah. Hampir-hampir mereka tidak tahan untuk menunggu-nunggu lagi untuk pergi ke tempat pelayanan mereka dan mulai melipatgandakan murid.
Yang sangat saya sukai tentang pelayanan melipatgandakan murid ialah bahwa hal itu berdasarkan Alkitab dan dapat dijalankan. Pertama, hal itu adalah cara Alkitabiah untuk menolong menaati Amanat Agung Kristus (Matius 28:18-20), dan untuk menolong melatih pekerja- pekerja (Matius 9:37,38) yang dewasa ini, seperti pada zaman Kristus, masih sedikit.
Kedua, saya telah menyaksikan pelaksanaannya dan hasilnya lebih dari duapuluh lima tahun. Ketika kami beberapa orang terlibat dalam pelayanan melipatgandakan murid dalam tahun 1950-an, kami masih belum menyusun dan mengorganisasikannya dengan baik. Kami hanya menyebutnya "bekerja dengan beberapa orang." Tetapi sejak itu saya telah memperhatikan pendeta, ibu rumah tangga, utusan Injil, perawat, kontraktor bangunan, guru sekolah, dan pemilik toko terlibat dalam kehidupan beberapa orang itu. Saya telah melihat Tuhan memberkati usaha mereka dan melipatgandakan hidup mereka dalam Kristus ke dalam hidup orang lain.
Pada waktu Saudara mulai memakai waktu Saudara secara pribadi dengan orang Kristen lain dengan maksud membangun kehidupannya -- meluangkan waktu bersama membaca Firman, berdoa, bersekutu, berlatih secara sistematik -- ada sesuatu yang terjadi dalam hidup Saudara juga. Biarlah kiranya Allah mengaruniakan kesabaran, kasih dan ketekunan pada waktu Saudara membagikan kehidupan yang telah diberi-Nya kepada Saudara dengan orang lain.
Sumber:
Judul Buku: Pemuridan: Seni yang Hilang
Penulis : LeRoy Eims
Penerbit : Lembaga Literatur Baptis, 1993
Halaman : 10-12; 17-20
CD-SABDA : Topik 18224


belanja murah meriah

ROHKUDUS DAN DOA

                                                WILLY KAIHATU

Roh Kudus dan Doa
oleh Stephen Tong
"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." (Roma 8:26,27)
Doa merupakan nafas orang Kristen, suatu komunikasi antara yang diselamatkan dan Juruselamat. Doa merupakan persatuan dari kehendak yang diciptakan dengan kehendak yang menciptakan, "the unity of the will of the created one and the Creator". Doa merupakan persatuan dari kehendak kita, kemauan kita, yang disesuaikan dengan kehendak Allah Pencipta.
Doa penting sekali, tetapi Alkitab dengan jujur mengatakan kepada kita, bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Ini jujur sekali. Siapa yang mengetahui bagaimana seharusnya berdoa? Kita selalu hanya minta-minta kalau berdoa, meminta menurut kemauan kita sendiri. Dalam berdoa kita mau supaya Tuhan menyesuaikan dengan kehendak kita.
Ada suatu cerita tentang sepasang suami-istri di provinsi Shantung di Cina. Suami-istri ini hidup dari menjual kain dengan berkeliling, karena mereka tidak mempunyai toko. Setiap akhir tahun mereka mempunyai kebiasaaan berlutut di hadapan Tuhan dan berdoa, "Oh Tuhan, saya berterima kasih kepada-Mu, karena Engkau sudah memberkati kami sehingga untung 100 bal kain. Tuhan, saya minta tahun depan beri saya keuntungan 200 bal kain." Sebelum doanya selesai si istri memotong, "Tuhan, jangan dengar doa suami saya, dengar doa saya. Kalau tahun ini Tuhan beri keuntungan 100 bal kain, tahun depan juga sama, 100 bal saja cukup." Si suami marah-marah, "Saya belum amin, kenapa kamu ikut campur, kita akan susah kalau cuma mendapat 100 bal kain." Tetapi si istri tidak peduli, ia melanjutkan doanya, "Tuhan, pokoknya doaku saja yang didengar. Jangan beri 200 bal. Kalau Engkau beri 100 bal ia akan tetap setia dan mencintai saya. Kalau 200 bal ia nanti akan cari istri kedua." Inilah doa orang dunia, kedua-duanya berdoa untuk mencari keuntungannya sendiri, bukan mencari kehendak Tuhan dan kerajaan-Nya.
Saya ingin bertanya kepada Saudara, apakah doa kita sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Apakah kita berdoa dengan pengertian akan apa yang dikehendaki oleh Tuhan? Saudara, Alkitab dengan terus terang berkata kepada kita bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa. Apa yang kita doakan? Bagaimana kita harus mendoakannya? Kita sendiri tidak tahu. Banyak orang Kristen waktu berdoa asal buka mulut saja, "Tuhan, saya mau ini, mau itu". Sebelum saya melayani ke luar negeri saya tanya istri saya, "Kalau saya pulang engkau perlu saya bawakan apa?" Jawabnya, "Jangan bawakan apa-apa, saya tidak perlu apa-apa." Lalu saya tanya anak-anak saya, mau minta apa. Yang satu bilang, kali ini tidak ada keperluan apa- apa, tetapi saya pikirkan sendiri, dia perlu apa, nanti saya belikan untuk dia. Demikian juga Tuhan mau tahu hati kita waktu kita berdoa, bagaimanakah sikap kita terhadap kedaulatan, keinginan, rencana dan kehendak Allah.
Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana harus berdoa. Itulah sebabnya Roh Kudus diberikan menjadi Penolong bagi kita masing-masing, untuk menolong kita berdoa, menolong kita mengutarakan hati kita sepenuhnya kepada Tuhan sehingga sesuai dengan kehendak Tuhan. pada akhir ayat ini dikatakan, Roh Kudus mengetahui bagaimana berdoa bagi kita. Dia berdoa menurut kehendak Allah bagi orang-orang suci. Dalam keadaaan demikian kita melihat hubungan antara doa dan Roh Kudus. Bukan doa kita yang menggerakkan Roh Kudus, melainkan sebaliknya Roh Kudus menggerakkan roh kita untuk berdoa. Roh Kudus yang berdoa bagi kita sesuai dengan kehendak Allah yang menerima doa kita. Di sini kita menegaskan sekali lagi doktrin dan teologia doa yang benar.
Berdoa Dalam Roh Dan Kebenaran
Saudara-saudara, semakin saya memikirkan, semakin limpah. Semakin saya merenungkan, semakin dalam saya mengerti, semakin saya mengerti semakin saya kagum akan ajaran Alkitab mengenai doa yang begitu berlimpah. Banyak orang Kristen dan gereja pada waktu berdoa tidak menyelidiki baik-baik teologi doa yang diajarkan Alkitab. Alkitab berkata, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:23). Dalam sembah sujud dan berbakti kepada Tuhan ada dua unsur penting. Pertama yaitu berbakti dengan jujur, berbakti di dalam kebenaran; ini suatu aspek fungsi rasio. Kedua, berbakti di dalam roh, berbakti di dalam kuasa Roh Kudus, ini aspek rohani. Iman mencakup dua wilayah; wilayah rasional dan wilayah spiritual. Wilayah rasional bersangkut-paut dengan fungsi pikiran. Wilayah spiritual bersangkut paut dengan fungsi kita berbakti dan memuliakan Allah.
Yesus Kristus berkata, "Barangsiapa menyembah Allah, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Aku berbakti kepada Tuhan, baktiku berdasarkan kebenaran yang memimpin pikiranku. Berbahagialah orang yang pikirannya dipimpin oleh kebenaran dan hati nuraninya dipimpin oleh Roh Kudus, dan kedua aspek itu bekerja bersama-sama. Dwi fungsi berintegrasi di hadapan Tuhan. Jika kita mempunyai otak yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus, bakti kita tidak diterima dengan baik. Jika kita mempunyai roh yang sungguh-sungguh tetapi tidak ada kebenaran yang memimpin kita, kita tidak mungkin memuliakan Tuhan dengan sungguh-sungguh. Berbahagialah orang yang punya integrasi, suatu penggabungan yang mencakup kedua aspek ini. Di bagian rasio ada kebenaran yang memimpin, di bagian rohani ada Roh Kudus yang bertakhta. Saudara-saudara, bakti sudah mencakup aspek fungsi hidup rohani yang disebut berdoa; berdoa dengan roh, berdoa dengan pengertian. "Aku akan berdoa juga dengan akal budiku," demikian Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15. Doa dalam roh dan doa dalam pikiran, doa dalam roh dan doa dalam akal, dalam pengertian. Betapa banyak orang berani menafsirkan ayat itu secara salah dengan mengatakan, bahwa engkau berdoa tidak perlu memakai pikiran, hanya berglosolali atau roh yang memimpin, sehingga pikiranmu kabur atau tidak jelas. Saya kira itu bukan ajaran Alkitab. Kalau Saudara meneliti surat Korintus, Paulus menekankan bukan hanya berdoa dalam roh tetapi juga memakai pengertian. Jadi di sini keseimbangan yang ditekankan. Roh Kudus memimpin rohmu dan Firman memimpin pikiranmu.
Tidak ada seorangpun yang berhak memisahkan Roh Kudus dari kebenaran, dan tidak ada seorang pun yang berhak memisahkan pimpinan Roh Kudus dengan roh kita. Jika pikiran kita tidak dipimpin oleh Kebenaran, kita belum bisa berbakti kepada Allah. Jika hati dan nurani kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus, kita belum mengerti bagaiman berdoa kepada Tuhan. Jadi, berbakti kepada Tuhan dalam kebenaran dan roh, berdoa kepada Tuhan dalam pikiran dan hati nurani yang dipimpin oleh Roh. Roh Kudus tidak mungkin memimpin seseorang tanpa memakai kebenaran. Dengan kebenaran Dia memimpin kita, karena Firman Tuhan menjadi pedoman hidup, Firman Tuhan menjadi pelita bagi jalan kita, Firman Tuhan menjadi penerang bagi hati nurani, dengan cahaya Firman kita dipimpin. Saudara-saudara, seorang yang rohani adalah seorang yang taat kepada kebenaran Alkitab. Seorang yang bijaksana adalah seorang yang menaklukkan pikiran di bawah kuasa Roh Kudus dan kedaulatan Tuhan Allah.
Berdoa Sesuai Dengan Kehendak Bapa
Roh Kudus dan doa. Doa dan Roh Kudus. Pada waktu Yesus, Anak Allah yang tunggal, berada di dunia, Dia tidak bisa berdoa tanpa pimpinan Roh Kudus. Ketika Anak Manusia yang menjadi wakil engkau dan saya berada dalam dunia, Allah yang menjadi daging, Kalam yang menjadi manusia, Firman yang menjadi Imanuel, Dia perlu pimpinan Roh Kudus. Siapakah engkau, yang berdoa tidak perlu dipimpin oleh Roh Kudus? Siapakah engkau, yang sudah belajar menghafal doa sehingga engkau merasa sudah pintar berdoa di luar kepala dan tidak perlu dipimpin oleh Roh Kudus? Dalam Lukas 4 dan Matius 4 dikatakan, Roh Kudus memimpin Yesus ke padang belantra untuk dicobai dan di situ Dia berdoa 40 hari. Dia berdoa, berdoa, berdoa dan sebagai puncak doanya kita melihat Roh Kudus memimpin Dia. Selama 40 hari Dia berada dalam pergumulan doa. Roh Kudus mendampingi dan akhirnya doa-Nya sudah memuncak, sudah mencapai suatu status, kuat untuk bisa mengadapi pencobaan-pencobaan yang berat. Di dalam dunia, Yesus berdoa dan dipimpin oleh Roh Kudus.
Saudara-saudara, bukan hanya itu; Alkitab berkata bahwa Roh menolong kita dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Apakah artinya ini? Keluhan yang tidak terkatakan, yang tidak dimengerti oleh manusia, keluhan-keluhan itulah dikatakan Roh Kudus. Orang yang belajar sabar tahu betapa berat arti S-A-B-A-R ini. Sabar ini sulit. Dalam bahasa Tionghoa kata "sabar" tersusun oleh dua suku kata (radix), yang artinya jantung ditusuk oleh pisau. Itulah arti sabar. Kadang-kadang saudara tidak bisa sabar tetapi mesti sabar juga, sudah tidak bisa tetapi mesti sabar, saudara paksa-paksakan, persis seperti jantung ditusuk pisau. Goyang sedikit, pecah jantungmu. Itu namanya sabar. Siapakah yang paling sabar? Yang paling sabar ialah Roh Kudus. Waktu Dia memperanakkan kita, Dia sudah bertekad untuk mendampingi anak yang dilahirkan itu. Dia mau hidup ditengah-tengah kita, Dia mau hidup di dalam kita. Roh Kudus mendampingi kita seperti seorang ibu, dengan penuh kesabaran Ia mendidik kita, memimpin kita menuju ke jalan yang benar, menuju jalan yang bercahaya dengan terang yang mulia.
Dalam bahasa Yunani Roh Kudus disebut "Parakletos". "Para" artinya di samping. "Parakletos" adalah Penghibur yang mendampingi kita. Pada waktu engkau dicela, dihina, waktu engkau sendirian melayani Tuhan dan tidak dimengerti oleh orang lain, bahkan oleh kawan dan rekan sendiri, ingatlah akan "Parakletos", Roh Kudus Penghibur yang mendampingi engkau di sampingmu dan terus menguatkan engkau, berdoa ganti engkau, karena Dia mengatahui isi hati Tuhan dan Bapa mengetahui doa Roh Kudus. Ini adalah komunikasi antara ketiga oknum; Bapa, Anak dan Roh Kudus. Bapa mencintai Anak. Anak mencintai Bapa, Bapa mencintai Roh Kudus, dan Roh Kudus mencintai Bapa. Ketiga Oknum berkomunikasi, ketiga Oknum saling mencintai, dan pengertian antara ketiga Oknum demikian jelas, demikian tuntas, sempurna dan demikian indah. Disebut di sini bahwa Roh Kudus tahu maksud Bapa dan Bapa juga mengerti isi hati Roh Kudus. Karena Roh Kudus mengetahui kedalaman dan keajaiban segala rahasia yang tersembunyi sedalam- dalamnya di dalam diri Allah Bapa, maka Roh Kudus bisa berdoa sesuai dengan kehendak Bapa, sedangkan engkau dan saya tidak mungkin.
Roh Kudus membantu engkau dan saya berdoa di hadapan Tuhan. Saudara, dulu di desa-desa di Tingkok banyak wanita tidak sekolah. Kalau mereka mau menulis surat kepada suami atau anaknya di kota lain, mereka harus meminta bantuan seorang tukang tulis surat. Nah, tukang tulus surat tidak ada modal berdagang tetapi ada modal sekolah. Jadi mereka pasang satu meja, botol tinta, sebuah pena, yaitu kuas dari bulu, dan banyak kertas di lacinya. Wanita-wanita itu lalu mendiktekan apa yang mereka ingin katakan. Biasanya bahasa mereka selalu jelek, tata bahasanya tidak teratur, tetapi yang menulis langsung mengubah menjadi kalimat-kalimat yang indah, tata bahasanya baik dan tulisannya bagus; kalau kata-katanya terlalu kasar dihaluskan, supaya dapat mengungkapkan apa yang diinginkan dengan sebaik-baiknya. Nah, Saudara, demikianlah pekerjaan Roh Kudus, dalam membantu kita berdoa. Doa kita sering ngawur, Roh Kudus membetulkan. Dia mengeluh dan mengeluh mendengar doa kita, tetapi Ia memperindah doa kita sehingga diterima oleh Bapa. Saudara mau doa Saudara diterima oleh Bapa? Caranya tidak lain, kecuali hidup menurut kehendak-Nya dan diperkenan oleh-Nya, dan Roh Kudus akan membantu kita berdoa.
Saudara, sejak saya berumur sepuluh tahun saya mempunyai beban doa untuk penginjilan dunia, tetapi tidak tahu bagaimana harus berdoa. Kemudian Tuhan menolong saya untuk mulai melihat siapa yang memberitakan Injil, saya mendukung para penginjil dan siapa yang diinjili, orang-orang yang paling sulit menerima Injil; lalu cari kesulitan dan rintangan yang mereka hadapi dan saya doakan. Mulai Tuhan mengajar dengan kebenaran, seperti mengupas lapisan-lapisan bawang yang luarnya sudah rusak, mengupas satu per satu sampai ditemukan inti di dalamnya yang sesuai dengan hidup yang Allah ingini. Pelan-pelan saya belajar mengetahui bagaimana berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam berdoa saya dididik, saya dibantu, sehingga lambat laun mulai tidak lagi berdoa untuk hal-hal yang sekunder, hal-hal yang tidak perlu, tidak lagi berdoa untuk keuntungan dan kepentingan diri sendiri, melainkan mengutamakan Tuhan. Lambat laun saya merasakan perasaan saya lain sekali; kalau Tuhan sudah mau begini, hati ingin begitu, tidak ada sejahtera. Setelah berdoa untuk pekerjaan Tuhan, berdoa untuk orang lain, untuk penginjilan seluruh dunia, ada suatu ketenangan dalam hati.
Saudara akan mengalami damai sejahtera yang luar biasa kalau Saudara mengingat orang lain, bukan mengingat diri sendiri. Di dalam Alkitab ini merupakan suatu prinsip! Pada waktu Ayub bersungut-sungut tidak habis-habisnya, mencela Allah, ia tidak ada jalan pembebasan. Tetapi ketika Ayub berdoa untuk kawan-kawannya dan untuk orang lain, Allah melepaskan dia dari kesusahan. Ayat yang indah! Hanya Roh Kudus yang bisa menolong kita, mengarahkan kita keluar dari hidup doa yang egosentris menuju hidup doa yang altruistis, yaitu berdoa untuk orang lain. Hidup berdoa untuk melihat lebih lebar, lebih luas, penyangkalan diri lebih besar, melihat kerajaan Allah.
Roh Kudus menolong kita berdoa karena Ia mengetahui isi hati Tuhan. Kiranya Tuhan memperbarui, menormalkan dan mengarahkan kebenaran di dalam hidup doa kita masing-masing.
Sumber:
Khotbah Pdt. Dr. Stephen Tong dalam Persekutuan Doa Momentum; Buletin Surat Doa -- No. 4, diterbitkan oleh LRII (Lembaga Reformed Injili Indonesia)
Arsip dan Milis Publikasi e-Reformed Edisi 09/IX/2000 http://www.sabda.org/publikasi/e-reformed/009/
< subscribe-i-kan-untuk-Reformed@xc.org >

e-JEMMi 10/2002

Pengijilan lewat internet

 

                                                                     willy kaihatu 


Gerakan Penginjilan Melalui Internet
Dalam bukunya yang berjudul "Operation World", Patrick Johnstone dan Jason Mandryk mengulas tentang beberapa pelayanan khusus dan salah satu yang dibahasnya adalah tentang pelayanan melalui internet.
"Internet sedang mengubah cara dunia berkomunikasi. Sarana yang sungguh hebat ini memiliki arti yang sangat besar bagi dunia penginjilan. Pertumbuhan web di India dan China sangatlah menakjubkan -- internet tidak hanya dimiliki oleh negara-negara Barat. Pengguna internet di China yang diperkirakan berjumlah 10 juta orang (di tahun 2000) akan berkembang menjadi 100 juta orang (di tahun 2003). Sebagian besar wilayah di Amerika Selatan dan Asia berkembang dengan pesat sebagai "wired community" ('komunitas' yang terhubung secara on-line). Penginjilan dengan menggunakan media internet mencakup beberapa hal utama:
  • halaman-halaman Situs PI yang dapat diakses oleh semua penduduk dunia.
  • interaksi pribadi melalui email maupun chat room.
  • "streamed' instant audio atau video -- semakin efektif bila kecepatan aksesnya meningkat.
"Situs Web juga menolong para pekerja dan organisasi Kristen untuk menjalin hubungan dan saling berbagi informasi melalui cara-cara dan kecepatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Permohonan dukungan doa untuk sesuatu hal yang sangat mendesak kini dapat disebarkan ke seluruh dunia dalam semenit dan dapat diduplikasi ribuan kali." Luar biasa, bukan?
Berikut ini adalah ajakan berdoa untuk mendukung pelayanan elektronik/internet yang disampaikan melalui buku "Operation World".
Pokok-pokok Doa:
1. Tersedianya Situs-situs Penginjilan yang lebih banyak.
Meskipun banyak organisasi Kristen dan gereja-gereja menggunakan Situs Web sebagai sarana komunikasi antar anggota/bagiannya, hanya ada sedikit Situs Web yang dirancang khusus untuk para pengunjung non-Kristen. Doakan agar banyak orang Kristen menyadari akan potensi Situs Web untuk menjangkau para pengunjung non-Kristen tersebut.
2. Penggunaan bahasa-bahasa lain (selain bhs. Inggris) di internet.
Namun ada banyak bahasa yang mulai dipakai di internet. Ada ratusan juta orang di dunia yang dapat memahami bahasa Inggris sehingga mereka dapat mengakses halaman Web berbahasa Inggris. Namun ada milyaran orang yang tidak memahami bahasa Inggris, dan ironisnya hanya sedikit Situs PI yang menggunakan bahasa-bahasa yang dapat dimengerti oleh mereka. Karena itu jangan lupa untuk terus berdoa agar tersedia Situs-situs PI yang dibuat dengan bahasa-bahasa yang dimengerti oleh mereka yang belum terjangkau Injil, terutama dalam bahasa China, Jepang, dan Arab.
3. Peningkatan potensi orang Kristen ketika ada di rumah.
Penginjilan online tidak hanya dapat dilakukan oleh organisasi- organisasi Kristen. Pribadi-pribadi (seorang yang pemalu, atau penderita cacat, atau pensiunan) dapat menjangkau dunia dari rumahnya. Doakan agar potensi mereka tergali dan menjadi berkat.
4. Pengguna internet di Timur Tengah.
Ada akses internet gratis di seluruh wilayah Timur Tengah (kecuali Saudi Arabia). Cara ini memungkinkan orang Muslim untuk mengetahui pemberitaan tentang Kristus melalui sarana yang "terselubung". Doakan agar tersedia lebih banyak pelayanan melalui Web yang lebih mengena untuk menjangkau mereka.
5. Pencegahan dan penghentian pornografi.
Tidaklah mungkin untuk menghentikan sepenuhnya Situs-situs pronografi; namun doakan orang-orang Kristen dan mereka (baik secara organisasi maupun individu) yang sedang memperjuangkan hal tersebut.
6. Dukungan keuangan.
Satu alasan mengapa hanya sedikit organisasi Kristen yang membuat Situs Web adalah karena tidak adanya "produk" yang dapat dijual sehingga dibutuhkan dana untuk menutup biaya-biaya produksi yang harus dikeluarkan. Doakan agar banyak orang Kristen menyadari pentingnya potensi pelayanan elektronik melalui internet dan mereka dapat mendukung pelayanan-pelayanan PI melalui internet ini dengan memberikan persembahan uang.
7. Strategi untuk melakukan penginjilan secara online.
WEC telah membuat secara terperinci " Web Evangelism Guide" untuk memberikan penjelasan mengenai strategi-strategi dalam melakukan penginjilan secara online: http://www.web-evangelism.com Dibutuhkan orang untuk menerjemahkannya ke dalam berbagai bahasa.
8. Pelayanan Pemuridan sebagai follow-up.
Sama seperti pelayanan radio, follow-up untuk para petobat baru menjadi satu masalah baru. Namun hal yang menggembirakan, Situs Web menyediakan cara komunikasi dua arah yang mudah digunakan, yaitu email pemuuridan dan konseling. Tersedia terlalu banyak materi online bagi petobat baru. Ada komunitas cyberspace dari orang-orang percaya, dalam skala internasional, yang sedang bertumbuh. Komunitas ini bisa menolong mereka yang tinggal di wilayah-wilayah yang terisolasi.
9. Akses ke Web melalui telepon genggam.
Satu milyar orang diperkirakan akan memiliki akses ke Web melalui telepon genggam pada tahun 2003 nanti. Doakan strategi baru yang dibutuhkan untuk memanfaatkan media tersebut sebagai sarana PI.
10. Chat rooms.
Diperkirakan jutaan orang mengakses online 'chat' setiap harinya. Kesaksian-kesaksian yang disampaikan oleh orang-orang Kristen dalam chat rooms akan menjadi cara untuk mengenalkan Kasih Kristus kepada banyak orang. Dua Situs Web yang memiliki fokus untuk melakukan pelayanan tersebut adalah

http://www.web-evangelism.com/chat dan
http://www.e-vangelism.org.uk
Doakan agar banyak orang Kristen yang memakai chat rooms untuk menjadi sarana berPI." Bahan diambil dan diterjemahkan dari:
Judul Buku : Operation World
Judul Artikel: The Internet
Penulis : Patrick Johnstone dan Jason Mandryk
Penerbit : Paternoster Lifestyle, UK; dan WEC International, 2001
Situs Web : http://www.operationworld.org/

e-JEMMi 05/2002

Pertumbuhan gereja

willy kaihatu

Lima Cara Gereja Lokal Dapat Bertumbuh Secara Sehat
[Judul Asli: Lima Cara Untuk Menjangkau Dunia Dewasa Ini ] Paling tidak ada lima cara dimana gereja lokal dapat bertumbuh secara sehat: Paling tidak ada lima cara dimana gereja lokal dapat bertumbuh secara sehat:
  1. Gereja yang sehat harus bertumbuh secara jumlah dan secara kedewasaan rohani.
  2. Gereja yang sehat harus mengalami pertumbuhan keluar (tidak hanya ke dalam), yaitu dengan terlibat dalam pengutusan misi dunia.
  3. Gereja yang sehat harus mendirikan gereja-gereja baru di daerah sekitar yang tidak jauh dari tempat dimana gereja itu berada.
  4. Gereja yang sehat harus memberikan dorongan semangat dan contoh teladan bagi gereja-gereja lain.
  5. Gereja yang sehat harus mengembangkan pengaruh sosialnya di masyarakat di mana gereja itu berada.
1. Mendorong Adanya Pertumbuhan Baik Secara Jumlah Dan Secara Rohani
PEMBERITAAN INJIL. Adalah sangat penting bagi pendeta dan anak buahnya untuk membuat rencana-rencana yang dapat memberikan dorongan semangat khususnya di dalam bidang penginjilan untuk jemaat lokal. Dan pekabaran Injil ini harus secara kultural dapat diterima. Terlalu sering gereja-gereja lokal tidak mempunyai kepekaan terhadap masyarakat di sekitar mereka sendiri dengan mengesampingkan kelompok-kelompok masyarakat yang secara geografis berdekatan. Tetapi orang-orang Kristen akan menunjukkan sikap kritis mereka, bilamana melihat adanya seorang penginjil yang melangkah keluar untuk melayani di luar lingkungan budayanya sendiri. Tuhan menemui orang-orang di tempat mana mereka berada/tinggal. Dia makan dan minum bersama-sama mereka dan menghadiri pesta jamuan makan yang mereka adakan. Dia berada bersama orang-orang yang lapar, orang- orang yang sakit, para bangsawan, orang-orang kaya, seseorang yang sudah lima kali mengalami kawin cerai. Pendeta dengan rekan-rekan seimannya harus dapat menemukan alat atau sarana yang melaluinya Injil dapat disampaikan dan didengar dengan sebaik-baiknya.
PEMURIDAN. Gereja harus terlibat di dalam tugas pemberitaan Injil. Tetapi, jika hanya membuat keputusan-keputusan saja, dan tidak mengadakan langkah pemuridan, maka ini merupakan kesalahan yang tragis. Yesus memerintahkan kepada murid-murid-Nya untuk memandang sekelilingnya, pergi dan menjadikan murid, membaptiskan dan mengajar (Matius 28:19-20). Proses untuk menempatkan domba-domba baru masuk ke dalam kawanan domba harus dilaksanakan dengan hati-hati. Sebuah gereja lokal harus mengembangkan suatu proses pemikiran mengenai hal pemuridan untuk menolong mengarahkan dan menangani hasil-hasil dari pekabaran Injil dan memantapkan orang-orang yang baru percaya tersebut ke dalam persekutuan. Berikut ini beberapa saran tentang langkah-langkah di dalam pekabaran Injil/proses pemuridan sebagaimana sudah dikembangkan oleh dua belas anggota dari team pastoral (pelayanan penggembalaan) di sebuah gereja yang pernah digemabalakan oleh si penulis artikel ini:
Langkah 1: Setiap pengunjung yang hadir di dalam semua kegiatan kebaktian, pagelaran musik rohani dan acara-acara kebaktian khusus lainnya diminta untuk mengisi kartu-kartu isian yang sudah disediakan.
Langkah 2: Selama minggu berikutnya satu team pemberita Injil mengunjungi rumah-rumah para pengunjung yang hadir (berdasarkan kartu-kartu yang sudah diisi) dan menyampaikan berita Injil.
Langkah 3: Jika pengunjung yang dikunjungi itu menunjukkan sikap tertarik terhadap Injil, maka dia didorong untuk bersedia datang lagi di dalam kebaktian gereja. Dia juga diundang untuk menghadiri kelas-kelas pemahaman Alkitab -- yang terdiri dari beberapa kelompok kecil, yang disediakan selama lima minggu secara berurutan, yang khusus membahas mengenai pokok-pokok dasar Alkitab dan Injil, sehingga dalam suasana seperti itu anggota- anggota yang hadir di dalam kelas pemahaman Alkitab mendapat kesempatan untuk menerima Kristus.
Langkah 4: Proses pemuridan berjalan terus, sementara setiap pribadi diundang untuk menghadiri kelas-kelas dewasa pada hari Minggu sesuai dengan pilihan masing-masing. Kelas-kelas ini mengajarkan hal-hal seperti bagaimana hidup di tengah-tengah masyarakat sebagai orang yang beriman, bagaimana melakukan tindakan-tindakan sosial, kegiatan cell-group, team-team doa, dan lain sebagainya, dimana para pendatang baru dapat mengembangkan rasa ikut memiliki dari bagian persekutuan dan mengembangkan hubungan antara satu dengan yang lain.
Langkah 5: Keanggotaan Gereja disampaikan setiap kali pribadi- pribadi menjadi orang percaya. Penulis yakin apabila hal keanggotaan gereja terlalu ditekankan, dapat juga terjadi bahwa hal keanggotaan gereja ini tidak mendapatkan perhatian sama sekali. Keanggotaan gereja dan baptisan adalah penting bagi komitmen kepada gereja lokal.
Langkah 6. Proses penginjilan dan pemuridan terselesaikan bilamana orang percaya baru sudah dimantapkan di dalam kegiatan-kegiatan kebaktian umum secara reguler; dan di dalam kelas-kelas Sekolah Minggu dewasa untuk bersekutu, saling memberikan perhatian, dan belajar bersama, disamping saling menasehati dan mendoakan. Juga dimantapkan di dalam kegiatan kelompok-kelompok kecil di rumah-rumah yang terdiri dari empat sampai delapan orang anggota (cell-group). Kelompok-kelompok kecil ini sangat perlu untuk mengembangkan adanya komitmen yang dalam, baik untuk perkembangan spirituil masing-masing pribadi, ataupun di dalam hal untuk saling merawat dan memelihara kehidupan rohani dalam kebersamaan.
Pekerja gereja, di mana penulis pernah menjadi gembalanya, menemukan juga bahwa pada dasarnya Tuhan sudah menetapkan bagi kehidupan gereja tiga tingkatan kontak yang dapat memenuhi kebutuhan spirituil masing-masing anggota dan juga menolong mengembangkan persekutuan dan pemuridan yang sungguh sangat diperlukan bagi suatu pertumbuhan gereja yang sehat.
Tingkatan pertama: Kontak-kontak yang terjadi selama kegiatan kebaktian Minggu pagi. Kontak-kontak ini menolong orang-orang percaya untuk memelihara hubungan mereka dengan Kristus. Suatu kebaktian yang besar, yang terdiri dari jumlah anggota yang banyak, dimana di dalam kebaktian seperti itu diusahakan agar setiap anggota jemaat mengalami kontak langsung secara pribadi dengan Allah sendiri dan semua aspek dari kebaktian sehingga penyembahan berjalan terus dan bekerja di dalam pribadi setiap anggota jemaat sampai pada akhir kebaktian.
Tingkatan kedua: Kontak terjadi selama diselenggarakannya kelas- kelas Sekolah Minggu untuk orang-orang dewasa. Jumlah yang hadir di kelas-kelas Sekolah Minggu dewasa bervariasi di setiap kelas yang ada, mulai dari 25 sampai dengan 175 dan sengaja diadakan dengan cara membagi kelompok-kelompok yang jumlah anggotanya besar, menjadi beberapa kelompok-kelompok yang lebih kecil. Kelompok-kelompok kecil ini bersatu dan bersehati untuk berakar dan bersekutu, bersaksi bersama pada tiap akhir minggu, mengunjungi orang-orang sakit, mengadakan perwujudan kasih bagi mereka-mereka yang diperhadapkan pada suatu kebutuhan, melakukan kegiatan retreat, kebaktian bersama akhir tahun dan berbagai langkah kegiatan lainnya di mana melalui kesemuanya itu suasana rasa memiliki satu dengan yang lain, saling memperhatikan, saling bertanggung jawab dapat dikembangkan dan dimantapkan.
Tingkatan ketiga: Kontak yang dipusatkan pada kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil ini memberikan kesempatan kepada orang- orang percaya untuk mengenal satu dengan yang lain secara dekat dan saling mengasihi. Di sini mereka dapat mengakui dan membereskan dosa-dosa mereka, mendapatkan dukungan rohani dan doa- doa di dalam mencapai sasaran-sasaran masing-masing secara pribadi, dan melayani Allah sebagai bagian dari satu team.
2. Menekankan Hal Penginjilan Sedunia
Sebagai tambahan atas pertumbuhan baik secara jumlah maupun rohani, satu jemaat harus bertumbuh juga di dalam keterlibatannya untuk penginjilan dunia. Gereja yang sehat harus mempunyai visi untuk menjangkau dunia dan membuat rencana untuk menerangi dan menggarami dunia. Pendeta berkewajiban untuk memberikan tantangan sehubungan dengan hal ini kepada anggota-anggota jemaat, tantangan untuk memberikan perhatian dan ikut mengambil bagian dalam Amanat Agung. Mengarahkan fokus di bidang misi (pengutusan) bukannya sekedar pilihan tetapi merupakan suatu perintah atau amanat yang harus ditaati. Hal ini memerlukan adanya pemeliharaan secara terus-menerus agar visi yang terarah itu tidak pudar ataupun menyimpang; dan pendeta harus memberikan teladan serta membuka jalan dengan melangkah pergi, melayani, dan mendoakan. Dia sebagai pendeta perlu mengembangkan adanya roh kesediaan untuk memberi di dalam gereja sehingga dengan demikian anggota-anggota jemaat akan bersedia untuk ikut mengambil bagian, baik dengan uang mereka untuk mengambil bagian dalam kebutuhan dunia.
3. Mendirikan Gereja-Gereja Baru
Prioritas ketiga dari suatu gereja yang sehat adalah mendirikan gereja-gereja baru. Jika orang-orang Kristen yang sehat berlipat ganda dengan sendirinya, maka demikian juga dengan jemaat yang sehat. Gereja dimana penulis pernah menjadi gembalanya sudah mendirikan beberapa gereja-gereja muda dengan cara yang pada mulanya agak serampangan, tetapi gereja tersebut akhirnya mengalami keberhasilan dan mengusahakan yang terbaik. Pertama, diadakan penelitian terhadap suatu daerah tertentu, untuk mengetahui apakah sebenarnya kebutuhan yang mendesak dan potensial dari daerah tersebut. Dipilih satu letak yang strategis, dan usaha penginjilan pribadipun dilakukan. Daftarkan orang-orang di sekitar tempat tersebut yang merasa tertarik dan bersimpati. Anggota-anggota jemaatpun juga mengadakan penelitian, untuk mencari tahu siapakah anggota-anggota jemaat yang merasa terbeban untuk menolong mendirikan serta memperkuat gereja baru ini. Pada kelas Sekolah Minggu baru yang diadakan berikutnya di gereja "induk", ajaklah orang-orang yang berasal dari tempat baru, yang tertarik untuk bergabung dalam gereja baru dan juga anggota-anggota gereja induk itu sendiri yang menyatakan kesediaan, untuk mengambil bagian untuk memperkuat gereja yang baru dimulai ini.
Sebagaimana halnya bayi manusia, kelompok ini untuk selama sembilan bulan berada di dalam rahim "gereja induk" di mana mereka saling berdesakan dan merasa nyaman serta saling akrab satu dengan yang lain. Kelas baru ini diberi nama "Gereja Kecil di Lantai Tiga", dan pengajar-pengajarnya adalah anggota team penggembalaan dari gereja "induk" yang sudah dipilih untuk mendampingi, membimbing "gereja yang masih baru" tersebut dan menjadi pendeta (gembala) pertama yang penuh waktu. Sesudah mengadakan pertemuan selama sembilan bulan dan meulai membentuk kelompok-kelompok kecil di antara mereka, maka gereja baru tersebut diluncurkan melalui kebaktian pelepasan yang meriah dan doa-doa bersama. Dewasa ini, sesudah tiga tahun, gereja tersebut memiliki jumlah anggota sebanyak dua ratus. Dan gereja tersebut belum lama ini juga mengangkat pendeta-pendeta pembantu.
4. Membantu, Memberikan Dorongan Semangat Kepada Gereja-Gereja Yang Ada
Prioritas keempat untuk suatu gereja yang sehat adalah membantu, memberikan dorongan semangat kepada gereja-gereja yang lain. Pendeta gereja setempat harus terbuka, bersedia untuk mendoakan dan mengusahakan yang terbaik untuk membantu pertumbuhan gereja-gereja di sekitar daerah di mana gereja yang digembalakannya berada. Penulis ini sudah sepuluh tahun lamanya menjadi anggota kelompok pendeta-pendeta di daerah lokal di mana dia menggembalakan. Setiap pendeta yang menjadi anggota dari kelompok pendeta-pendeta gereja lokal di daerah tersebut, bersatu hati untuk menjaga dan memelihara keberadaan dan kebaikkan gereja-gereja satu dengan yang lain dan dengan secara jujur, tulus dan murni mengusahakan pertumbuhan dari gereja-gereja di sekitar daerah tersebut. Seringkali penulis mengadakan waktu dalam satu team, untuk melayani gereja-gereja lokal yang lain ataupun mengundang satu kelompok atau team dari gereja yang lain untuk datang dan saling bersekutu satu dengan yang lain.
5. Mengembangkan Perhatian Sosial
Prioritas kelima untuk suatu gereja lokal yang sehat adalah adanya kesadaran sosial. Di sekitar gereja, senantiasa dijumpai banyak orang yang miskin, sakit secara mental, sakit secara tubuh di rumah- rumah perawatan tertentu, mereka yang berada di dalam penjara dan rumah-rumah sakit, dan mereka yang menderita karena masalah-masalah keluarga. Gereja-gereja harus melatih anggota-angota jemaatnya untuk menjadi kelompok-kelompok dengan tugas pelayanan khusus secara lokal dan mengarahkan perhatian gereja untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial yang timbul di daerah di mana gereja berada.
Sumber:
Judul Buku : Filsafat Pelayanan Berdasarkan Alkitab
Judul Artikel: Lima Cara Untuk Menjangkau Dunia Dewasa Ini
Pengarang : Raymond C. Ortlund
Penerbit : Yakin, Surabaya
Halaman : 65 - 69
e-JEMMi 04/2002

Vrydag 19 April 2013

MINAT JADI AGEN BISA


 pemesanan Hubungi SMS   willykaihatu  0817205964 --- 02292174303  tranfer bank  Mandiri

Detox Foot Pads adalah cara alami untuk membantu tubuh anda dalam mengeluarkan logam berat, sisa metabolik, racun, parasit mikroskopik, lendir, kimia, selulit, meningkatkan tenaga, mengurangkan stres dan kecemasan, meningkatkan sirkulasi, dan menghilangkan rasa sakit dan nyeri. Detoksifikasi dengan Kinoki juga meningkatkan tidur anda, meredakan sakit kepala, meningkatkan kemampuan mental dan konsentrasi, ditambah meningkatkan metabolisme dan mengurangkan keletihan.
Toxin yg menumpuk dlm tubuh akan menyebabkan disfungsi sistem tubuh dan menimbulkan berbagai penyakit.

KINOKI Detox Foot Pads membantu imunitas dgn memperkuat system tubuh yg lemah dan memperbaharui fungsi tubuh yg tdk baik. Membuka saluran darah yg mampet dan memperbaiki sistem limpa (hati).

KINOKI Detox Foot Pads dibuat berdasarkan bahan organic yg alami, yaitu: bamboo vinegar chitosan, dextrin, dokudami, loquat leaf, tourmaline, vegetable fiber, Vitamin C and wood vinegar, offer the highest pure Tourmaline of 30% (1.50g of 5). Para ilmuwan mengembangkan dan mengkombinasikan kesemuanya itu sehingga menghasilkan 100% formula detox alami yg sangat bekerja dgn LUAR BIASA.
Keuntungan penggunaan DETOX FOOT Pads yaitu membantu proses pengeluaran toxin/racun dr tubuh dan penyembuhan penyakit secara bertahap....


"KINOKI GOLD DETOX FOOT PADS"
•••
terMurah 1box isi 10 pads hanya IDR 25.000


                                                        HARGA:
                                               1-9 box - 15.000
                                               10-23 box - 14.000
                                               24-35 box - 13.000
                                               36-49 box - 12.000


           pemesanan hubungi willy kaihatu  0817205964  ---- 02292174303






                                         PEMESANAN HUBUNGI WILLYKAIHATU  SMS 0817205964


Kiyome Kinoki Koyo Untuk Menghilangkan Racun Detox Dalam tubuh manusia terdapat racun yang
 tanpa kita sadari racun tersebut lama-lama akan menyebabkan beberapa penyakit, seperti darah tinggi, 

stroke, jantung dan beberapa penyakit lain yang sering menyerang secara mendadak. Tentu semua orang menginginkan sehat, berbagai cara dilakukan untuk menghilangkan racun dalam tubuh. Mulai dari dengan cara modern hingga dengan cara tradisional, yang gratis maupun yang berbayar.

Menghilangkan racun/toksin dalam tubuh bisa dilakukan dengan cara berolah raga secara teratur agar racun dalam tubuh dapat keluar bersama dengan keringat dan urine. Namun tidak semua orang gemar berolahraga, begitupun bagi mereka yang bekerja full time. Namun kini ada cara modern untuk menghilangkan racun dalam tubuh yang cocok untuk mereka yang jarang berolahraga dan pekerja berat full time. Kiyome Kinoki adalah alat/koyo yang dibuat khusus untuk menyerap racun dalam tubuh melalui telapak kaki. Manfaat dan Khasiat Kiyome Kinoki yang sudah terbukti diantaranya  Membuang/menyerap toksin ( racun) di dalam tubuh, air yg berlebihan dan mencegah bau kaki Membuat tubuh lebih bertenaga Mengurangi alergi dan nyeri sendi Mengurangi sakit kepala Menormalkan tekanan dan aliran darah Menguatkan system imun di dalam tubuh Melegakan sakit tumit dan telapak kaki Melancarkan buang air besar dan masalah perut kembung Membantu masalah jerawat/ resdung Mengatasi masalah diabetes dan beratbadan yg berlebihan Mengatasi masalah susah tidur Penggunaan obat dalam jangka waktuyg lama Menyegarkan badan ketika bangun tidur Mengurangi sakit rheumatik, sendi danjuga sangat baik untuk mereka yg banyak merokok. HANYA DENGAN 1 MALAM..! 

Artikel Asli :  demo fillm kinoki  htttp://kaihatuwilly.blogspot.com untuk-menghilangkan.html .
Baca juga Artikel Kesehatan dan Cara Memperbesar Penis - Under Common Share Alike Atribution.

Donderdag 18 April 2013

kinoki pembersih racun pada tubuh



Kinoki Detox Gold Premium (1 Box isi 10 Pcs) Harga Rp 25.000 kontak

sms  willykaihatu  yang berminat jadi distributor kami juga melayani   hubungi kami segera

 hp 0817205964  022 92174303

UNTUK ANDA YG PERDULI KWALITAS,
kinoki gold premium.dengan bahan2 yg lebih baik dan berkwalitas.pembersih bantalan kaki detoks menyerap kotoran dan racun dari tubuh Anda saat Anda tidur! Pads berisi tumbuh-tumbuhan dan bahan alam lainnya yang lembut dan aman. meningkatkan kesehatan dan energi baru. Hanya rekatkan pad ke telapak kaki anda sebelum tidur, lalu keluarkan di pagi hari. Anda akan terkejut dengan residu racun yang telah di keluarkan dari tubuh anda! 1dus berisi 10 pads.di bungkus dengan almunium foil,yg memastikan kwalitas lbh terjamin.
Detox Foot Patch adalah cara alami untuk membantu tubuh anda dalam menghapus logam berat, sisa metabolik, racun, parasit mikroskopik, lendir, kimia, selulit dan banyak lagi.
FUNGSI :
Detoksifikasi pembalut tubuh anda, menghilangkan kotoran, meningkatkan tenaga, mengurangkan stres dan kecemasan, meningkatkan sirkulasi, dan menghilangkan rasa sakit dan nyeri. Detoksifikasi dengan Kinoki juga meningkatkan kwalitas tidur anda, meredakan sakit kepala, meningkatkan tumpuan mental dan konsentrasi, ditambah meningkatkan metabolisme dan mengurangkan keletihan dan kegemukan
CARA MENGGUNAKAN :
1. Tempelkan bagian yang ada tulisan ke plester yang telah disediakan,
2. Lalu tempelkan plester tersebut, dengan posisi Detox Foot Patch berada di tengah-tengah telapak kaki.

Kiyome Kinoki Gold baungkus emas bermanfaat untuk :

    meningkatkan tenaga
    mengurangI stres dan kecemasan
    meningkatkan sirkulasi darah
    menghilangkan rasa sakit dan nyeri
    meningkatkan kualitas tidur
    meredakan sakit kepala
    meningkatkan kemampuan mental dan konsentrasi
    meningkatkan metabolisme dan mengurangi keletihan
    memperbaiki sistem limpa (hati).


Kinoki Gold  Menghancurkan Lemak & Mengeluarkan Racun Serta Menghilangkan Rasa Sakit & Nyeri.
KINOKI GOLD

Kinoki Gold tidakseperti Kinoki biasa karena mempunyai 2 fungsi yaitu

1. Menghancurkan lemak secara alami.

2. Mengeluarkan logam berat, sisa metabolik, racun, parasit mikroskopik, lendir, kimia, selulit, meningkatkan tenaga, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan sirkulasi, dan menghilangkan rasa sakit dan nyeri.

Detoksifikasi dengan Kinoki juga meningkatkan kualitas tidur anda, meredakan sakit kepala, meningkatkan kemampuan mental dan konsentrasi, ditambah meningkatkan metabolisme dan mengurangkan keletihan.

KINOKI Detox Foot Pads dibuat berdasarkan bahan organic yg alami, yaitu: bamboo vinegar chitosan, dextrin, dokudami, loquat leaf, tourmaline, vegetable fiber, Vitamin C and wood vinegar, offer the highest pure Tourmaline of 30% (1.50g of 5).

Mengapa digunakan pada Telapak Kaki?

Menurut pengobatan Cina Yang Sangat Terkenal, tubuh kita manusia memiliki lebih dari 360 akupunktur poin, dengan lebih dari 60 poin akupunktur yang ditemukan di telapak kaki yang dikenal sebagai jantung kedua. Di telapak kaki terletak zona reflektif dari organ-organ internal kita ,Dan juga tempat potensial untuk racun ketika darah beredar.
Bagaimana Cara Memakainya Dan Seberapa sering saya harus memakainya?

Cukup tempelkan Pada Telapak Kaki Malam Menjelang Tidur kemudian waktu anda bangun bisa diangkat dan akan berubah warna bisa coklat atau hitam.Hanya 1 malam akan bermanfaat, namun sebaiknya menggunakannya setiap malam untuk sekurang-kurangnya 5 hari untuk detoks pertama Anda. Tergantung pada warna mungkin perlu untuk terus menggunakan sampai 25 hari.
CARA MENGGUNAKAN :
1. Tempelkan bagian yang ada tulisan put adhesive sheet on this side ke plester yang telah disediakan,
2. Lalu tempelkan plester tersebut, dengan posisi Detox Foot Patch berada di tengah-tengah telapak kaki.
3. Gunakan sebelum tidur, dan biarkan 5-8 jam (selama Anda tidur) agar racun dalam tubuh dapat di keluarkan,
Semakin banyak racun yang ada di tubuh anda, detox foot patch akan berwarna lebih gelap setelah patch ditempelkan sewaktu Anda tidur.
HARGA Rp 25.000  per 1 box  isi 10 lembar

hubung  Lewat  sms   0817205964-022 92174303